Cokelat adalah satu jenis makanan yang dapat mengangkat suasana hati Anda kapan saja. Namun, ada beberapa mitos terkait kesehatan yang memberikannya reputasi buruk. Cokelat selalu menjadi salah satu camilan favorit untuk dimakan. Saat ini, cokelat telah banyak digunakan dalam berbagai bentuk makanan yang berbeda. Dikatakan memiliki sifat vital, yang dapat memainkan peran penting dalam menjaga gaya hidup sehat, jika dikonsumsi dalam jumlah yan proporsional. Namun, ada banyak mitos yang dikaitkan dengan kesenangan yang lezat ini.

Berikut daftar 5 mitos umum tentang cokelat yang tidak boleh Anda percayai lagi:

img-1588535811.jpgMITOS 1: COKELAT TIDAK MEMILIKI MANFAAT UNTUK KESEHATAN

Cokelat kaya akan sumber antioksidan, magnesium dan seng. Cokelat juga mengandung fosfat, kalsium dan protein yang membantu mengurangi resistensi insulin. Ahli Gizi yang berbasis di Bangalore, Dr. Anju Sood setuju bahwa, "Dark Cokelat  memiliki manfaat kesehatan dalam hal antioksidan." Konsumsi Dark Cokelat dalam jumlah sedang dapat membantu menjaga tekanan darah dan juga menjaga kesehatan jantung.




img-1588536042.jpgMITOS 2: COKELAT MENIMBULKAN JERAWAT

Dalam hal kesehatan kulit, diet kita sangat memainkan peran utama. Seperti yang dikatakan  Dr. Anju bahwa, "Coklat dapat menyebabkan jerawat karena adanya kandungan lemak di dalamnya tetapi tidak selalu, karena banyak tergantung pada jenis kulit Anda." Diyakini bahwa asupan tinggi makanan berminyak dapat menyebabkan jerawat pada kulit.





img-1588536459.jpgMITOS 3: COKELAT MENYEBABKAN KELEBIHAN BERAT BADAN

Cokelat bukan satu-satunya alasan utama kenaikan berat badan. Menurut Dr. Anju, "Apa pun yang dimakan dalam jumlah sedang tidak akan memengaruhi kesehatan dan berat badan Anda. Tidak apa-apa makan cokelat apabila dikonsumsi dalam jumlah sedang." Kelebihan dari makanan-makanan olahan lah bagaimanapun akan menyebabkan kenaikan berat badan.





img-1588536737.jpg

MITOS 4: COKELAT MENYEBABKAN SAKIT KEPALA

Cokelat sering dianggap sebagai penyebab migrain dan sakit kepala; Namun, berbagai penelitian tidak menemukan hubungan antara keduanya. Dr Anju setuju, "Tidak ada hubungan di antara keduanya. Jika Anda rentan terhadap migrain maka hal itu mungkin memicu tetapi terlepas dari ini, itu tidak".





img-1588536923.jpg

MITOS 5: WHITE COKELAT ADALAH COKELAT

Cokelat putih sebenarnya bukan cokelat. Ini dikenal sebagai confectionary yang dibuat dengan bantuan cocoa butter, milk solids dan vanilla.






PECINTA COKELAT, BERSUKACITALAH DAN SEGERA NIKMATI COKELAT